Sabtu, 11 Agustus 2012

~.::*Kemuliaan Shalat Qiyamul Lail*::.~


Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~

Sahabat saudaraku fillah..Yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalat Qiyamul Lail adalah pondasi yang lebih kokoh, untuk menancapkan tiang-tiang kesabaran sebagai penyangga beban musibah.

Ibadah malam ini adalah ibadah khas para mukhlisin, orang-orang ikhlas yang dengan senang hati memisahkan rekatan tubuh bangkit merindukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seakan khawatir melewatkan pertemuan dengan-Nya.”Qiyamul Lail”adalah sekolah yang berhasil meluluskan para pembesar para shalafus shalihin,

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfiman “

“Bila disebut Nama ALLAH Gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah Iman mereka (karenanya)”.(Q.S. Al Anfal : 2).

Mereka melanggengkan qiyamul lail bak pedang terhunus dalam menjalani hidup di tengah-tengah masyarakat, karena memiliki mimpi, kebenaran dan kesabaran,

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfiman :

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan”.(Q.S. Al Muzammil : 6).

Saat sehat dan sakit dirikanlah qiyamul lail,saat terjerat masalah dirikanlah qiyamul lail, saat butuh bantuan, takut atau tengah tertimpa musibah, bangkitlah untuk qiyamul lail. Ketika malam bersih, dan manusia semua terlelap tidur dengan buaian mimpi, tubuh bumi terselimuti ketenangan,pada detik-detik itu kita akan merasakan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisi kehampaan hati kita dengan cahaya-Nya.

Kala kita ketuk pintu tahajud dengan doa iftitah, secercah Nur akan membuka dan menyambut dengan kebinaran, membersihkan hati kita dari noda-noda dunia,dari beban-beban masalah dan dosa.

Alam putih nan sempurna akan terpampang di depan kita, samakah dengan dunia? Tentu tidak,,amat beda, masuklah, nikmati betapa indahnya alam Rabbani, ada gemercik kerinduan berpadu kegelisahan hati, ada bunga-bunga cinta dan kasih, ada linangan air mata di pipi, dan mengalir kalimat-kalimat suci membasahi lisan.

Sahabat Saudaraku fillah..Nikmatilah qiyamul lail jangan relakan nikmat agung itu terlepas begitu saja terlewatkan tiap malam,mohonkan hajat kita pada-Nya, berlututlah pada keagungan hariban-Nya, serukan “Ya Rabb..Ya Rabb..”selesai dari tahajud jangan lupa untuk meminta Ampunan dan Tawakkalkan pada-Nya apa yang akan terjadi sepanjang hari nanti.

Tidak ada sakit bila kita mau hidup bersama qiyamul lail,tidak akan ada derita,dosa, dan tidak ada maksiat-maksiat selama qiyamul lail tetap ditunaikan.”Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Hendaklah kalian mendirikan qiyamul lail,karena dia adalah amalan orang-orang shaleh sebelum kalian,jalan untuk mendekatkan pada Rabb kalian,Penghapus dosa-dosa,pencegah maksiat, dan penolak masuknya penyakit ke badan”. (HR. At Tirmidzi).

Qiyamul lail adalah pasar Rabbani, dibuka dan diakhiri setiap malam. Yang beruntung adalah yang mau membeberkan dagangannya, dan tidak kembali dalam keadaan rugi. Para Shalihin tidak pernah melewatkan pasar itu, mereka adalah pedagang-pedagang ulung, mereka hiasi dagangan dengan untaian Istighfar,takbir,tasbih,dan tahmid, baru kemudian menyelipkan doa-doa di dalamnya. Ini adalah kesempatan baik, kita pasti untung karena pembelinya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.’

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Abi Hurairah Rhadiyallahu Anhu’ bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam berkata”ALLAH turun ke langit bumi setiap malam saat terlewatkan sepertiga malam pertama.DIA berkata,”AKU adalah Raja,AKU adalah Raja,adakah yang akan berdoa pada-KU hingga AKU berikan?Adakah yang akan beristighfar pada-KU hingga AKU berikan ampunkan?DIA terus mengatakan-Nya hingga fajar bersinar” (HR. Shahih Bukhari dan Muslim).

Berusaha sabar dan bangun untuk menunaikannya di akhir malam, dilanjutkan dengan beristighfar, mohon keselamatan pada-Nya, perlindungan, kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan mintalah sebagai ahli surga,kemudian ungkapkan apa yang menjadi hajat kita,karena sungguh kita sangat dekat dengan-Nya pada detik-detik tersebut.

Dengan dibarengi niat yang ikhlas, hati bersih dan khusyu’menjalaninya, Allah Subhanahu wa Ta’ala ‘akan mengabulkan semua permintaan kita.”Jarak paling dekat antara Khaliq dengan hamba adalah ditengah malam,jika kita mampu mengingat-Nya pada waktu tersebut.

Berusaha meneladani shalafus shalihin, seperti Abdullah bin Umar Rhadiyallahu Anhu, ketika anjuran . Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam,untuk qiyamul lail sampai pada telinganya,”Sebaik-baik manusia adalah saat ia shalat malam hari”.Setelah mendengar anjuran tersebut Abdullah tidak tidur malam melainkan hanya sebentar.(Muttafaq Alaih).

Lebih utama lagi ketika usai shalat qiyamul lail sambil membuka mushaf Al Quran, jika belum sempat menghafalnya,yang penting tidak tertinggal oleh amalan agung itu,oleh cahaya, keberkahan,kehormatan,dan kemuliaan,”kemulian seorang mukmin terletak pada qiyamul lail, dan kehormatanya terletak pada hanya menggantungkan harapan nya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Sahabat saudaraku fillah..Yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian semoga manfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.

~.::*Orang-orang yang di Cintai ALLAH*::.~

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~

Sahabat saudaraku fillah..Yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amal ibadah yang kita kerjakan, pada hakikatnya adalah merupakan jalan menuju,menggapai Keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala,dan sekaligus sebagai sarana, untuk Bertaqarrub (mendekatkan diri) Kepada-Nya.

Agar mencapai kedudukan derajat mulia, menjadi hamba-hamba-Nya yang mukmin. Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan menjanjikan kedudukan, dan mendapatkan tempat yang baik kekal di dalamnya diakhirat kelak, kepada orang-orang mukmin laki-laki dan wanita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“ALLAH Menjanjikan kepada orang-orang Mukmin laki-laki dan wanita, (akan mendapatkan) Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai,mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di Surga. Dan Keridhaan ALLAH lebih besar, itulah kemenangan yang Agung”. (QS. AT Taubah : 72 ).

Ayat yang terkandung di dalam kita suci Al Quran diatas, mengandung makna yang luas, dan gambaran orang-orang mukmin laki-laki dan wanita, yang di Cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sekaligus juga memotivasi setiap pribadi muslim.

Untuk berlomba-lomba mengisi sepanjang hidupnya di dunia ini, dengan akhlaq mulia,amal yang baik serta ibadah yang benar, sebagai wujud pernyataan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,agar di akhirat kelak mendapat tempat yang baik, disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahabat saudaraku fillah..sebagaimana kita telah ketahui bersama, pada edisi untaian catatan tausiah sebelumnya,bahwa Amalan-amalan yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, adalah termasuk didalamnya yakni :

Memelihara menjaga shalat fardhu tepat waktu,berbakti kepada orang tua,dzikir,silaturrahim dan seterusnya. Sejalan dengan ini,akan terlintas dalam benak kita, Siapakah orang-orang yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada dasarnya orang-orang yang menggiatkan, amalan-amalan yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan melahirkan orang-orang yang berakhlaq mulia, senantiasa menyempurnakan ketaatanya, patuh terhadap apa pun yang telah menjadi ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, dan menjalankan syariat, baik berupa perintah maupun larangan, yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dalam AlQuran dan As-Sunnah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, Bila mereka dipanggil kepada ALLAH dan RASUL-NYA, agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka ialah ucapan “kami mendengar dan kami Taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang Beruntung.” (Q.S. An-Nuur : 51)

Orang-orang yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, adalah para hamba-hamba-Nya, yang menempatkan Cinta utamanya, paling teratas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sekaligus mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dengan mengikuti dan menghidupkan Sunnah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda:

"Dari Amrin bin Auf Radhiyallahu Anhu’Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Barangsiapa yang menghidupkan suatu Sunnah,dari Sunnah Ajaranku,yang sudah tidak dilakukan orang lagi sepeningalku, Maka baginya tersedia pahala yang sama, dengan orang yang mengerjakannya,tanpa ada kekurangan pahala sedikitpun”.. (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah).

"Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu’Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,Bersabda : “Barangsiapa yang berpegang teguh memegang Sunnahku,sewaktu umatku sudah rusak binasa,Maka baginya tersedia Pahala sebanyak Pahala seratus orang mati syahid”. (HR.Al Baihaqi dari Riwayat Al Hasan bin Qutaibah, dan At Thabrani).

Hadits diatas secara keseluruhan menerangkan,bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, menganjurkan kepada kita umatnya, agar mengikuti dan menghidupkan Sunnah,agar menunai kebaikan, sehingga menjadikan kita termasuk orang-orang, yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Disamping uraian diatas, orang-orang yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, diantaranya yaitu : Orang-orang yang Bertaqwa (Al Muttaqin),orang yang gemar berbuat kebaikan (Al Muhsiniin), orang yang sabar (Ashabiriin), orang yang Bertawakkal (Mutawakkilin),orang yang bersih (Al Muthahirin), orang yang ikhlas,orang yang berlaku adil, orang yang mencintai saudaranya,orang yang memiliki kasih sayang,orang yang pemurah.

Sahabat Saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,Demikian untai an sederhana ini, semoga manfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.

~.::*Menjaga Hati dan Memaknai Kata Hati*::.~

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~

Sahabat saudaraku fillah..yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hati dalam bahasa Arab adalah Qalb yang kemudian di indonesiakan menjadi qalbu. Qalbu adalah suatu lintasan perasaan pada diri manusia atau anggota tubuh yang abstrak dan hanya bisa dirasakan.

Qalbu adalah segumpal daging yang terletak di dalam dada manusia,sebagai tempat bertarungnya pengaruh kebaikan dan kejahatan organ ini memiliki peranan yang sangat penting.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

"Ketahuilah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka seluruh jasad menjadi baik, tetapi jika ia rusak maka seluruh jasad akan menjadi rusak, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahasa Hati adalah kata-kata yang terlintas dalam perasaan yang kemudian dituangkan dalam bentuk lisan, tulisan ataupun perbuatan kita, sebagai manifestasi dari apa yang tersirat dari dasar hati kita, sehingga ditemukan berbagai “kata hati” yang agak aneh dan asing terdengar ditelinga dan terbaca oleh mata, karena bahasa hati adalah “Bahasa Rasa” yang hanya akan terbaca dengan hati dan perasaan saja.

Keinginan untuk bertaubat, keinginan untuk taat dan mengabdi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , keinginan untuk berbagi dengan sesama, adalah bahasa hati yang benar, yang dituntun oleh fitrah Rabbaniyah kita, dan inilah bahasa hati yang yang haq yang harus diikuti. Taat adalah bahasa hati, mungkin terlihat lewat gerak jasmani, tapi mungkin juga bertolak belakang dengan kata hati kita, hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita yang tahu.

Sementara ada sisi lain dari hati yang berupa “rasa” dan “bisikan” syaitan yang juga dinisbatkan sebagai bahasa hati seperti rasa malas adalah bahasa hati, rasa enggan adalah bahasa hati,rasa iri adalah bahasa hati, Ingkar juga adalah bahasa hati, yang semuanya abstrak dan tidak terlihat secara kasat mata.Kita harus mengenali Bahasa hati kita agar kita selamat dari tipu muslihat syaitan yang mendompleng dalam “kata hati”, agar kita selamat penuhi hati dengan

Dzikrullah, setiap saat, setiap detik, bahkan setiap hembusan nafas kita, selalu berdzikir, sehingga syaitan tidak mempunyai ruang untuk mengisi kekosongan hati kita, InsyaAllah, ketika kita senantiasa dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita akan terhindar dari bisikan atau bahasa hati yang menyesatkan.

Jadi jelaslah bahwa salah satu potensi yang paling berharga yang kita miliki yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala,untuk bekal hidup sebagai seorang manusia dimuka bumi ini adalah Hati (qalbu).Segumpal daging yang dinamaka hati inilah yang membuat kita mulia atau tidak,bahagia atau sengasara.

Hati yang selalu bersih membuat hidup kita lebih bahagia tidak pernah kecewa dengan ujian,fitnah,atau iri dengki kepada orang lain,dan selalu memandang jernih setiap masalah,sehingga pasti akan tenang dalam menjalani hidup.

Sebaliknya jika orang yang tidak menjaga hati akan bermuara pada hati terkotori dan pada akhirnya selalu tidak tenang,karena hatinya dipenuhi prasangka,rasa dengi,sombong.Orang seperti ini terlihat jelas dari akhlaknya yang semakin terpuruk,sungguh sia-sia waktunya karena hanya sibuk memikirkan kekurangan orang lain semata.

Oleh karena itu seyogianya hati selalu bersih agar memancarkan kebaikan,KH.Abdullah Gymnstiar (AA GYM),mengatakan dalam tausiahnya bahwa “Hati adalah ibarat sebuah teko,dan mulut adalah sebagai bibir teko,Jika sebuah teko berisi air kopi tentunya yang keluar dari mulut teko adalah air kopi pula.

Seperti itulah gambaran hati kita,segala sesuatu dalam hati kita akan disampaikan lewat lisan. Jika hati bersih pasti pembicaraanya pun berbobot tidak sia-sia karena lisannya terjaga.Sebaliknya jika hati terkotori pastilah kata-kata tercela dan sia-sia yang keluar dari lisannya.

Demikian pula dengan wajah orang yang berhati bersih akan memancarkan dari raut muka yang berseri-seri,senyum menghiasi wajahnya,jelaslah siapapun yang bergaul dengannya akan merasa senang.Namun terkadang sering kita melihat orang wajahnya muram,tidak cerah,cemberut,karena hatinya selalu dikotori. Jadi sebenarnya penampilan luarpun dapat menjadi indikasi keadaan hati.

Betapa beruntungya lagi jika hati yang bersih dilengkapi pula dengan tubuh sehat terpelihara dan akal yang cerdas,yang selalu berusaha mengembangkan kemampuan dirinya.Dengan ketiga potensi ini,Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kesempatan kepada kita memilih, apakah akan menjadi mulia atau tidak,sukses atau tidak.

Yang terpenting adalah menjaga hati agar kian bersih,orang yang cacat atau tidak cerdas sekalipun jika ia memiliki hati yang bersih setiap orang pasti akan senang kepadanya dan ia berpeluang mulia disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.Karena dengan hati bersih itu ia mampu bersabar dengan keadaanya,tidak membuatnya menderita.

Memang tidak mudah untuk menjaga hati ini,membutuhkan ikhtiar latihan dan kesabaran serta keistiqamahan,serta senantisa memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap saat,karena itu kita tidak akan mampu menata hati,melembutkan hati tanpa pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahabat Saudaraku fillah..yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin…

~.::*Hiasi Cinta Dengan Senyum*::.~

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..Hadirnya meringankan beban, menghapus perasangka buruk, dan mengokohkan kasih sayang.Sejatinya senyum adalah jendela hati. Dari senyuman kita bisa mengetahui suasana dan isi hati seseorang. Senyuman yang terkembang berarti juga sebuah sinyal bagi orang lain untuk diterima kehadirannya dan diperbolehkan untuk bersama. Karena itu, mari mencoba mengingat-ingat berapa kali sehari kita tersenyum pada pasangan.

Keberadaan pasangan dalam hidup tentu menghadirkan begitu banyak kebaikan yang hadir. Kebaikan yang mungkin telah kita ketahui macamnya dan telah menjadi bagian dari rutinitas hidup. Akan menjadi sangat mungkin, kebaikan itu jadi tak berwarna dan tak bervariasi. Karena itu, senyum adalah sebuah awal untuk membuat kedekatan semakin erat dan penyubur kebaikan-kebaikan lainnya menjelma.

~.::Awal Kebaikan

Sejenak, mari mengingat bahwa kasih sayang yang terjalin antara Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan para sahabat semakin kokoh dari hari ke hari, tak lain karena senyum yang senantiasa terkembang.

“Dari Jarir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu Berkata, “Sejak aku masuk Islam, Nabi tidak pernah menghalangiku untuk menemuinya. Dan setiap kali berjumpa denganku, beliau selalu tersenyum padaku.” (Riwayat Al-Bukhari).

Alangkah indahnya bila pertalian hati ini pun menjelma dalam hubungan dengan pasangan kita. Senyum yang berarti penerimaan kita atas kehadirannya, sekaligus perlambang rasa cinta kita atas kebaikan yang selalu dihadirkannya dalam kebersamaan, akan menghapus berbagai prasangka dan menghadirkan kebaikan yang bertambah-tambah.

Karena itu, Rasulullah khusus berpesan agar setiap umatnya senantiasa berwajah cerah dan tersenyum pada suaminya atau istrinya. Bagi para istri, Nabi bersabda, “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki? Yaitu istri sholehah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi istrinya akan menjaga harta dan keluarganya.” Sabda ini pun berlanjut pada kewajiban seorang suami, yaitu, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yg paling baik akhlaq dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.”

Rasulullah mewasiatkan perkara tersenyum dan berakhlaq yang baik pada pasangan sejak berbelas abad yang lalu. Terbukti, senyum memang perkara yang begitu penting dalam kehidupan berumahtangga sekarang ini. Berapa banyak orang yang mudah tersenyum pada orang lain, tetapi tingkah lakunya sangat tak menyenangkan di dalam rumah. Berapa banyak kini orang yang sangat sigap berbuat baik pada orang lain, tetapi sangat malas dan berat tangan ketika harus membantu pekerjaan istrinya. Tentu semua kondisi ini sangat mengganggu keharmonisan hubungan suami dan istri.

Padahal, bila setiap pasangan memahami betapa pentingnya berbuat baik disertai wajah yang cerah dan senyum yang dikembangkan, tentu banyak masalah yang terselesaikan dengan baik. Kita bisa rasakan, saat pekerjaan tengah bertumpuk, bila uluran tangan tak datang untuk meringankan, seulas senyum dan perhatian yang menyenangkan tentu sudah sangat berarti untuk melepaskan beban yang memberat dalam hati. Karena itu, Rasulullah bahkan mewasiatkan pada setiap Muslim untuk tersenyum sebagai sedekahnya pada sesama Muslim.

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (Riwayat At Tirmidzi)

~.::Peringan Beban

Senyum memang sangat besar efeknya bagi kondisi psikologis seseorang. Bisa dibayangkan bila seseorang tengah merasakan kegelisahan yang sangat, tentu senyum yang datang seakan memberi kesempatan baginya untuk menemukan jalan keluar dari masalah.

Kita tentu bisa merasakan ketika harus berangkat menuju kantor atau melakukan perjalanan menuju suatu tempat di pagi hari. Suasana jalan yang padat, berdesakan di dalam angkutan umum, dan kemacetan pastinya membuat perjalanan itu terasa sangat melelahkan. Seulas senyum yang kita lihat dari orang lain, meski ia tak sedang tersenyum pada kita tentu sudah memberi warna yang berbeda. Apalagi bila senyum itu datang dari orang yang seperjalanan dan “sependeritaan” dengan kita. Senyum bisa menjadi awal percakapan yang menyenangkan atau paling tidak bisa sejenak melupakan kepenatan.

Inilah pula yang dirasakan oleh pasangan kita manakala pagi hari menyapa. Sang suami sibuk berkemas berangkat kerja. Bersiap menyambut kemacetan jalan dan bersiap berjibaku dengan beban pekerjaan yang belum tentu sesuai dengan keinginannya. Begitu juga seorang istri. Pagi bagi seorang istri sekaligus ibu adalah waktu yang paling sibuk. Begitu banyak pekerjaan telah menanti, belum lagi permintaan untuk melakukan ini dan itu yang datang dari suami dan si buah hati.

Sungguh, semua rutinitas ini sangat melelahkan jiwa. Alangkah indahnya, bila semua rutinitas yang membelit itu dijalani dengan keceriaan dan senyum yang mengembang. Dampaknya begitu terasa. Bagi seorang suami, bila berangkat kerja dengan diiringi doa dan senyum; beban yang menggelayut rasanya sudah terkurangi separuh di rumah.

Berganti semangat untuk mewujudkan harapan-harapan istri dan anak di rumah. Begitupun dengan sang istri yang harus berjibaku dengan pekerjaan rumah yang tak pernah berganti dan berhenti. Senyum dari suami pasti akan membuat hati akan terasa lebih ringan dan suasana pun menjadi nyaman. Senyum, paling tidak, akan melegakan dan sebuah bentuk pengertian.

~.::Penyelesai Masalah

Kesalahpahaman dan masalah yang membelit juga akan lebih mudah diselesaikan dengan senyum yang disertai dengan ketulusan. Abraham Lincoln pernah mengatakan, “Sebagian besar orang hampir sebahagian yang mereka pikirkan.” Perkataan ini menegaskan pada kita bahwa apa yang kita pikirkan sangat mempengaruhi tindakan bahkan kualitas diri kita.

Bisa dibayangkan bila kita memiliki pikiran negatif terhadap orang lain, maka apapun tindakan kita yang berkaitan dengan orang tersebut pasti juga akan negatif. Termasuk pada pasangan. Dampak negatifnya pasti akan meluas pada segala hal. Cobalah untuk memutus rantai muatan negatif ini dengan senyum.

Senyum juga membawa dampak positif pada cara kita berpikir. Senyum yang berusaha kita hadirkan dalam kondisi seperti apapun akan membimbing kita dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Pikiran kita akan terdorong untuk memandang kemelut yang terjadi dari sisi yang positif dan menghindarkan kita dari stress. Otak pun akan mendorong tubuh mengeluarkan energi yang akan membangun imunitas di dalam dan di luar tubuh, memperbaiki kualitas darah, dan memperbaiki kualitas udara yang kita hirup.

Inilah luar biasanya teladan yang diberikan oleh Rasulullah. Inilah kebaikan yang tersimpan dalam Sabdanya, :
“Janganlah kalian meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR. Muslim)

Karena itu, mulai saat ini, berusahalah untuk senantiasa tersenyum. Buatlah tiap ulasnya yang menghiasi wajah kita berarti kasih sayang dan kebaikan, terutama untuk pasangan kita..Semoga manfaat buat kita semua, Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA....Aamiin Allahuma AAmiin. **Diadaptasi dari : Jendela Keluarga Suara Hidayatullah , diedit dan disunting kembali oleh : Nafisah Kharunisa Muenthazzar. **

~.::*Muslimah Sejati & Kecintaanya Kepada Ilmu*::.~


Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

~.::*.*::.~*~.::*.*~.::*.*::.~

Sahabat Saudaraku fillah..yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita telah ketahui bersama bahwa wanita sejati, adalah wanita sholehah yang meyakini Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Rabb-Nya,dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai Nabinya,dan Islam adalah Agamanya.

Salah satu keutamaan wanita muslimah sejati adalah selalu bersemangat untuk menuntut ilmu,semangat mengamalkan ilmunya,dan semangat dalam mengajak orang lain agar mengamalkan ilmu.

Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam tidak mebedakan antara kaum lelaki dan kaum wanita . Kaum wanita pun diperintahkan agar membekali dirinya dengan ilmu yang manfaat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Menuntut Ilmu itu adalah Wajib bagi setiap Muslim dan Muslimah...”(H.R.Ibnu Majah dan lainnya At Tarqib).

Seorang muslimah sejati hendaknya selalu memiliki, semangat yang kuat untuk menuntut ilmu,sebagaimana wanita-wanita sholehah terdahulu ketika di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, para sahabat dan para tabi’in.Yaitu selalu bersemangat menuntut ilmu Agama yang bermanfaat,ilmu yang dapat membantu tertanamnya aqidah,keimanan dan keyakinan yang kuat kedalam hatinya,ilmu yang menambah kekhusyuan dan ketaqwaan serta amal shalehnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Bertaqwalah kamu kepada ALLAH,Niscaya ALLAH akan mengajarimu.Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (Q.S. Al Baqarah : 282).

Para Ulama telah mendefinisikan taqwa adalah ”Melaksanakan semua Perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Menjauhi semua Larangan-Nya. Jadi jelaslah dengan memelihara diri dalam garis-garis ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’dan Rasul-Nya’dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala’dan Rasul-Nya.

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala’ akan menambah ilmu dan pengetahuan dalam masalah agama. Ilmu yang diiringi ketaqwaan akan menambah kedekatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’,sebaliknya ilmu yang tidak dibarengi dengan ketaqwaan akan menambah jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala’.

Demikian juga orang-orang yang berilmu dan beriman akan diangkat derajatnya beberapa derajat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“ALLAH akan Mengangkat derajat orang-orang yang Beriman dan Berilmu di antara kamu dengan beberapa derajat.:(QS. Al Mujadalah : 11).

“Katakanlah’ Hai (Muhammad) : “Apakah sama orang-orang yang Berilmu dan orang-orang yang tidak Berilmu?” (QS. Az Zumar : 9).

Aisyah Radhiyallahu Anha Isteri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, adalah seorang Faqihah (wanita ahli fiqih),ketika berusia 18 tahun, namun demikian dia telah memenuhi pelosok bumi dengan ilmunya.

Dia seorang sahabiyah yang banyak meriwayatkan hadits ,dan tidak seorang pun diantara sahabat yang lebih banyak, meriwayatkan hadits selain dari, Aisyah Radhiyallahu Anha dan Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.Banyak kaum muslimah ketika di zaman sahabat yang berkunjung kepada Aisyah Radhiyallahu Anha’untuk belajar ilmu darinya.

Az Zuhri berceritra tentang ilmu Aisyah Radhiyallahu Anha :

“Seandainya ilmu Aisyah Radhiyallahu Anha ‘dikumpulkan lalu dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita,niscaya ilmu Aisyah Radhiyallahu Anha lebih banyak dan lebih utama”

Muslimah sejati adalah seoarang mu’minah sejati yang selalu menuntut ilmu yang dapat menyinari mata hatinya untuk menempuh jalan hidayah dan melaksanakan amal shaleh, dia menuntut ilmu untuk mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dan syariat-Nya,untuk mengenal Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, cara hidup beliau,dan untuk mengetahui dan memperhatikan cara hidup salafush shalih (orang-orang shaleh terdahulu) .

Dan mengenal para sahabiyah (wanita sahabat),dengan demikian jadilah dia sebagai guru terbaik bagi anak-anaknya,sehingga anak-anaknya kelak akan datang menjadi pilar-pilar umat.

Dalam menuntut ilmu, seorang muslimah sejati sangat mengutamakan kejujuran dan amanah, begitu juga ketika mengamalkannya dan menyampaikannya kepada orang lain. Sehingga jadilah ia seorang alimah (wanita berilmu) dan amilah (wanita yang mengamalkan ilmunya). Banyak hadits disebutkan keutamaan-keutamaan orang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu yaitu :

Ibnu Abbas Radhiyallahu’Anhuma’berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,Bersabda :

”Barangsiapa datang ajalnya (meninggal dunia) ketika ia sedang menuntut Ilmu, maka ia akan menghadap ALLAH dalam keadaan tidak ada antara dirinya dengan para Nabi kecuali satu derajat kenabian”.(H.R. At Thabrani- Al Ausath).

Watsilah bin Asqa’ Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,Bersabda :

“Barangsiapa menuntut ilmu lalu ia mendapatkannya,maka ALLAH mencatat baginya dua bagian pahala,dan barangsiapa menuntut ilmu tidak mendapatkannya, maka ALLAH mencatat baginya satu bagian pahala.”(H.R. At Thabrani – At Tarqhib).

Ibnu Abbas Radhiyallahu’Anhuma’Meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, :

“Satu orang faqih (orang yang memiliki kefahaman dalam masalah syariat Islam) lebih ditakuti syetan dari pada 1000 orang Abid (ahli Ibadah).”(H.R. Tirmidzi,Ibnu Majah,dan Baihaqi).

Hendaklah kita tidak salah memahami bahwa yang diwajibkan kepada kaum muslimin dan muslimat adalah menuntut ilmu agama. Imam Abu Hamid Al Ghazali ‘menyatakan bahwa urutan ilmu pengetahuan yang harus dipelajari dan diketahui oleh seorang muslim laki-laki maupun wanita adalah :

1. Ilmu Tauhid (keimanan) dan hal-hal yang fardhu dalam Agama
2. Ilmu Sunnah dan adab-adabnya
3. Ilmu Muamalah,Muasyarah (hubungan sesama manusia),terutama berbakti kepada suami,orang tua,mendidik anak dan sebagainya.
4. Ilmu-ilmu lainnya yang bermanfaat dunia dan akhirat.

Dr.Abdullah Nashih Ulwan menyatakan bahwa”Wanita wajib mempelajari keterampilan yang sesuai dengan tugas dan spesialisasinya sebagai ibu dan isteri.”Namun janganlah kita terjebak dan mengikuti pemikiran yang melanda umat saat ini,yaitu kaum wanita bahkan kaum laki-laki menyepelekan ilmi-ilmu agama, dan bahkan lebih parah lagi menganggap bahwa mempelajari ilmu agama adalah kurang berguna,

Sedangkan ilmu pengetahuan umum dan teknologi,dianggap suatu kehebatan yang luar biasa.Maka diharapkan dari wanita sholehah demikian juga kaum laki-laki agar dapat mengidupkan kembali semangat mencari Ilmu Agama.

Sahabat Saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,Demikian semoga manfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.

~.::*Kemudahan dalam Islam *::.~

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..



~.::**::.~*::.~~.::**::.~.::**::.

~.::*Sahabat..saudaraku fillah… yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana kita maklumi bersama,bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang mendapatkan legitimasi (pengakuan) dari Sang Pemilik-Nya.

Bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan lil alamiin, tidak didapatkan satu ajaranpun dalam Islam yang merugikan para pemeluknya, tidak ditemukan satu prinsippun dalam Islam yang mencelakakan para penganutnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui, dan Maha Teliti terhadap apa saja yang dilakukan dan dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya,Maha Mengetahui segala kemauan,pikiran,perasaan dan yang terbesit di dalam hati, baik diucapkan maupun tidak, serta Maha Mengetahui segala perbuatan,tingkah laku,dan segala akatifitas manusia, tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Adil,tidak satupun manusia akan di dzalimi-Nya, dan semua manusia akan diberi imbalan dan sanksi sesuai dengan apa yang dilakukan dan dikerjakan masing-masing.


Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Barangsiapa yang Mengerjakan KEBAIKAN seberat zarrah,Niscaya dia akan melihat Balasannya.Dan Barangsiapa yang Mengerjakan KEJAHATAN seberat zarrah,Niscaya dia akan melihat Balasannya.” (QS. Al Zalzalah :7-8).


Makna ayat diatas dapat kita pahami,bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan memberi balasan terhadap apa saja, yang dikerjakan oleh manusia selama hidup di dunia. Zarrah dalam ayat diatas para ahli tafsir,ada yang memberi pengertian bahwa “zarrah” adalah sejenis atom yang paling terkecil.

Demikian juga apa yang telah ditetapkan dan diwajibkan, kepada hamba-hamba-Nya ada pada batas kemampuan manusia. Sesungguhnya kewajiban dalam syariat Islam adalah bercirikan kemudahan,karena bersumber dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.


Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“ALLAH menghendaki Kemudahan bagimu,dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..”(QS. Al Baqarah : 185).

“ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, dia mendapat (pahala) dari (kebaijikan) yang dikerjakannya,dan mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya..”(QS. Al Baqarah : 286).


Ayat yang terkandung dalam kitab suci Al Qur’an diatas mengisyaratkan,dan menunjukkan Kemudahan dalam Islam,bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak membebani seseorang dari hamba-Nya dengan beban yang membuatnya sulit dan sempit, dan segala amal perbuatan yang kita lakukan dan kerjakan akan mendapatkan ganjarannya.

Dan kita menyadari dan sadar ada Malaikat Raqib dan Atid, yang senantiasa mencatat setiap amal kita, sekecil apapun tanpa terlewatkan,Malaikat Raqib pencatat amal baik dan Malaikat Atid yang senantiasa mencatat amal buruk.


Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“ Tidak ada suatu kata yang diucapkannya, melainkan ada disisinya Malaikat pengawas yang selalu siap mencatat’Raqiibun’Atid..”. (QS. Qaaf : 18).


Sahabat Saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,dari uraian sederhana diatas dapat dimakanai, bahwa pada dasarnya kewajiban dalam syariat Islam adalah bercirikan kemudahan,dan ada pada batas kemampuan manusia, karena bersumber dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.

Demikian semoga manfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.

~.::*Sahabat Saudaraku fillah..Silakan di Tag/Share semua Untuk Umat dan Syiar Islam,,Bantu Tag Sahabat-sahabat yang lain… . Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.


~.::*SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan UkhuwaH Fillah *::.~

Jumat, 10 Agustus 2012

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ahlan Wa Sahlan,Marhaban fii zaumina hadza

Buat Akhina Wa Ukhtina yang ingin TAG or SHARE PICT'a,di persilahkan "BEBAS"
...
Silahkan Bantu sahabat'' lain ngETaG ya

ANA UHIBUKA LADZI AHBABTANI LAHUU

Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღ..Aamiin ya Rabbal'alamin.

Sabda Rasulullah SAW dalam hadis Riwayat Muslim, "Harta yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah."

Ramai manusia menisbahkan kemulian wanita pada kecantikan semata-mata.

Ada juga yang menisbahkan kemuliaan mereka pada kekayaan, dan tidak kurang juga pada keturunan.

Tetapi ini semua adalah penilaian oleh insan yang buta mata hatinya.

Sesungguhnya kemuliaan semua makhluk Allah SWT adalah terletak pada tahap ketaqwaan kepada Allah SWT.

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa.

Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan wanita, walaupun mereka diselubungi kelemahan, tapi teriakan mereka mampu merubah segalanya.

Kerana itulah sebagai anak, dia perlu menjadi anak yang solehah.

Manakala sebagai isteri, dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya.

Sebagai ibu pula, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih dan sayang.

Firman Allah SWT dalam surah An-Nisa' ayat ke-24 yang bermaksud, "Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun."

Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai peranannya. Sebagaimana eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi, begitu juga lelaki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.

Setiap lelaki dan wanita memiliki tugas-tugas dan kewajipan-kewajipan yang berlainan, sesuai dengan fitrah masing-masing. Namun, matlamat hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama, iaitu mencari keredhaan Allah SWT.

Rasulullah SAW telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan menurut fitrah ia dijadikan sebagaimana dalam sabdanya yang bermaksud,

"Berlaku baiklah terhadap kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok adalah bahagian yang teratas, jika kamu cuba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku baiklah terhadap kaum wanita kamu." - Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim

Nilai wanita bukan terletak pada pakaiannya yang menonjol, berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya, tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan, rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.

Wanita solehah itu adalah wanita yang tegar menjaga maruah serta apa yang lahir dari dirinya, dari hujung rambut hingga hujung kaki, termasuklah wajahnya, suaranya, senyum tawanya, jalannya, tulisannya hatta namanya sekalipun.

Wajahnya bukan aurat tetapi ada kalanya ia menjadi aurat

Dalam mazhab syafie ada khilafnya berdasarkan ayat ke-30 dalam surah an-Nur.

Allah melarang wanita beriman menunjukkan perhiasannya, kecuali apa yang telah zahir daripadanya.

Ulama Syafie berpendapat makna "apa yang zahir daripadanya" adalah muka dan tapak tangan, tetapi bagi wajah yang boleh mengundang fitnah, ia tetap menjadi aurat.

Wanita yang khuatir wajahnya boleh melalaikan lelaki yang memandangnya pasti akan menganggapnya sebagai aurat, lalu mengenakan purdah pada wajahnya.

Mungkin berat bagi wanita bergelar remaja untuk mengamalkannya, tapi cukuplah dengan tidak terlalu menonjolkan diri mereka di hadapan ajnabi atau tidak menjadikan wajah mereka sebagai paparan umum seperti friendster, facebook dan lain-lain.

Suaranya bukan aurat, tapi ada kalanya ia menjadi aurat.

Wanita yang memahami erti kesolehan tidak akan melembutkan suaranya di hadapan ajnabi kerana memahami perintah Allah SWT.

"Maka janganlah kamu melemah lembutkan suara dalam bebicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit hatinya." (Surah Al-Ahzab, 33)

Jadi, bertegaslah apabila berurusan dengan lelaki ajnabi.

Pergaulan yang betul telah Allah ajarkan melalui kisah dua orang puteri Nabi Syuib AS.

Bagaimana mereka ketika ingin memberi minum haiwan ternakan, mereka dapati ramai pengembala di sumur. Hajat mereka tidak kesampaian.

Nabi Musa AS telah mengambil alih tugas mereka.

Apabila selesai memberi minum haiwan ternakan tersebut, salah seorang daripada puteri tersebut mendatangi Nabi Musa AS dengan keadaan malu untuk menyampaikan pesanan ayahnya menjemput Nabi Musa AS ke rumahnya.

Daripada peristiwa ini, Allah menggambarkan wanita solehah itu adalah wanita yang tidak memdedahkan dirinya kepada pandangan umum.

Apabila ia berurusan dengan lelaki ajnabi, maka ia akan tunduk dan melahirkan rasa malu.

Berurusanlah dengan ajnabi tanpa mendatangkan keadaan khalwat (berdua-duaan).

Khalwat paling mudah berlaku dalam hubungan cinta terlarang. Khalwat juga adalah bunga-bunga zina.

Berbual-bual di telefon atau SMS di antara lelaki dan wanita kerana dasar cinta terlarang sehingga menyebabkan nafsu syahwat bergelora juga dikira sebagai khalwat kerana ia berlaku secara berdua-duaan.

Saidina Umar r.a berkata, "Aku lebih rela berjalan di belakang seekor singa daripada berjalan di belakang seorang wanita."

Seorang wanita solehah tidak akan membiarkan lelaki berjalan di belakangnya kerana dia faham seribu satu fitnah boleh timbul daripada keadaan tersebut.

Bagaimana pula keadaan wanita yang tidak melabuhkan jilbabnya apabila lelaki berjalan di belakangnya?

Maka, labuhkanlah tudungmu.

Ketahuilah bahawa pada pagi hari perintah berjilbab diwahyukan kepada Rasulullah SAW,seorang sahabiyah yang masih tidak tahu tentang wahyu tersebut telah keluar dari rumahnya tanpa jilbab. Kemudian seseorang telah menegurnya, "Mengapa engkau tidak berjilbab, adakah engkau tidak tahu tentang perintah memakainya?"

Lalu wanita tersebut berhenti melangkah dan menyuruh seseorang mengambil jilbabnya, lalu beliau berkata, "Aku tidak mahu selangkah pun aku berjalan dalam keadaan melanggari perintah Allah SWT."

Malangnya hari ini apa yang terjadi kepada wanita Islam; bertahun-tahun belajar Islam tetapi masih tiada kekuatan untuk mengamalkannya.

Saudariku,Bangkitlah dari lenamu yang panjang dan tidak berkesudahan.

Sekali kamu terjatuh, jangan biarkan diri kamu jatuh selamanya.

Kamu punya kekuatan untuk bangkit semula, walaupun kita berdosa sebanyak buih yang memutih di lautan.

Yakinlah kasih sayang dan keampunan Allah terlalu luas.

Saudariku,Hidup ini seperti mimpi, seorang pengemis bermimpi menjadi seorang raja, dipuji dan dipuja, segala kemuliaan dan kekayaan tunduk kepadanya, tapi bila dia sedar dari lenanya, dia masih seorang pengemis yang miskin dan tidak punya apa-apa.

Seorang raja yang bermimpi, menjadi seorang pengemis yang miskin dan hodoh, dia dihina dan dikeji di setiap persimpangan yang dilalui, tapi bila raja itu sedar dari lena, dia tetap seorang raja.

Matanglah dalam urusan akhiratmu. Jangan kerana kesenangan dunia yang sementara, kau sanggup menempah sengsara di akhirat selamanya.

Janganlah kerana kasih makhluk yang sementara, kau hilang kasih Allah SWT di akhirat sana. Jika kau hilang kasih Allah SWT, nescaya kau akan hilang segalanya.

Saudariku,Saidatina Aisyah RA pernah berpesan,

"Sebaik-baik wanita adalah yang tidak memandang dan dipandang"

Jangan kau berasa bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar jutaan lelaki. Itu bukan kemuliaan bagimu.

Jika kau berasa bangga, kau menyamakan dirimu dengan pepasir di pantai, yang boleh dipijak dan dimiliki sesiapa sahaja.

Muliakanlah dirimu dengan taqwa, setanding mutiara Zabarjad, yang hanya mampu dimiliki penghuni syurga.

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir


♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh